Robot koki laser dari Columbia University

Robot mungkin akan menguasai banyak pekerjaan manusia di masa depan seperti robot aparat di Singapura. Ada juga robot yang direncanakan untuk hiburan anak-anak seperti robot unicorn buatan China.

Para peneliti dari Columbia University membuat sebuah sistem yang bisa memasak dengan menggunakan laser dan memanfaatkan teknologi printer 3D untuk menyusun makanan.

Sebenarnya tim Digital Food dari Creative Machines Lab tengah membuat koki personal digital otonom. Printer 3D yang digunakan mampu menggunakan bahan dengan akurasi sekecil hitungan milimeter namun tidak ada metode pemanasan dengan akurasi suhu yang sama.

Maka mereka kemudian membuat sistem yang mampu mencetak 3D makanan dan menggunakan laser untuk memasaknya secara bersamaan. Pada penelitian yang dilakukan, tim ini menggunakan ayam sebagai model sistem makanan dan mencoba berbagai metode memasak dengan menggunakan cahaya biru dan inframerah.

Proses memasak dalam eksperimen-eksperimen ini menggunakan sejumlah parameter termasuk kedalaman memasak, perubahan warna, ketahanan kelembaban, dan perbedaan rasa antara makanan yang dimasak dengan laser dan yang menggunakan kompor. Salah satu hasil yang menarik adalah makanan yang dimasak dengan laser menyusut 50 persen lebih sedikit dibanding makanan yang dimasak dengan menggunakan kompor. Bahkan kelembaban yang dipertahankan juga dua kali lebih banyak.

Rasa dari hasil dua metode makanan itu disebut juga mirip, setidaknya dengan tes rasa buta (blind taste test). Walau demikian, makanan yang dimasak dengan laser lebih disukai.

Teknologi ini memang tampaknya menjanjikan namun masih ada beberapa rintangan yang perlu diselesaikan. Salah satunya adalah yang disebut para peneliti sebagai “Food CAD” yang dijelaskan sebagai Photoshop untuk makanan. Sistem ini nantinya membutuhkan software level tinggi untuk memungkinkan pengguna tanpa kemampuan membuat program untuk merancang makanan yang ingin dimakan.

Sumber: Columbia University