Ilustrasi InSight mendeteksi gempa di Mars

Robot InSight milik NASA sudah ada di permukaan Planet Mars sejak tahun 2018 dan belum menemukan banyak kegiatan seismik hingga sekarang.

Kini NASA mengumumkan bahwa sang robot mendeteksi adanya gempa di Mars pada skala lebih dari 4 magnitudo. Bahkan salah satu gempa itu berlangsung lebih dari 90 menit.

Tak hanya berdurasi lama, kekuatannya juga lima kali lebih besar dibanding semua gempa yang terdeteksi. Para peneliti sangat gembira dengan adanya gempa ini karena mereka bisa mulai sedikit mempelajari inti dari planet merah itu. Gempa itu dimulai sejak Sabtu lalu dan kekuatannya 4,2 magnitudo.

Gempa besar ini sangat ditunggu-tunggu oleh para peneliti sejak pendaratan InSight ke Mars pada akhir tahun 2018 lalu. Bulan Agustus lalu, robot ini mencatat dua gempa dengan kekuatan 4,2 dan 4,1. Gempa terkuat yang pernah dicatat oleh NASA sebelumnya terjadi pada tahun 2019.

Para peneliti masih mempertanyakan mengapa lebih banyak gempa kecil dibanding gempa besar di Mars. Gempa besar menjadi salah satu aktivitas planet yang sangat penting supaya para peneliti bisa mempelajari lebih banyak mengenai planet ini seperti komposisi dalam Mars. Sejak pendaratan pertama, Insight mencatat lebih dari 700 gempa.

Penjelajahan ini juga mengungkap bahwa lapisan kulit Mars tidak setebal yang diperkirakan sebelumnya. Permukaan Mars tampaknya lebih mirip dengan permukaan Bulan dibanding Bumi. Para peneliti meyakini bahwa lapisan kulit planet itu dipecahkan oleh tabrakan asteroid. Mereka juga menemukan bahwa gempa di Mars lebih lama dibanding Bumi, biasanya berdurasi antara 10 hingga 40 menit.

Sekarang tinggal mencari mana yang benar: Mars pernah punya air dalam jumlah banyak atau tidak?

Sumber: Yahoo News