Ilustrasi rekaya genetik

Rekayasa genetika CRISPR sudah ada selama beberapa dekade. Teknologi ini dimanfaatkan untuk menyembuhkan sejumlah penyakit, meningkatkan pertanian, dan lainnya.

Hanya saja, hasilnya masih dianggap terlalu besar untuk bisa ditransfer dengan mudah ke organisme, sel, dan jaringan tubuh. Maka para peneliti Stanford membuat teknologi rekayasa genetika yang jauh lebih kecil dengan nama CasMINI.

Sebagai perbandingan, sistem CRISPR yang ada seperti Cas9 menggunakan 1000 asam amino dan Cas12a menggunakan 1500 asam amino. CasMINI hanya menggunakan 529 asam amino.

Maka, para peneliti mengatakan bahwa CasMINI bisa lebih mudah dimasukkan ke sel manusia. Aplikasinya lebih luas untuk pengobatan seperti degenerasi organ dan penyakit genetik.

Sumber: Stanford