Permukaan bebatuan Mars

Banyak yang berteori bahwa Planet Mars dulunya penuh dengan air seperti Bumi. NASA juga menemukan bukti-bukti yang mengarah pada air dari sampel batu yang diambil oleh robot Curiosity di Mars.

Tentunya misteri terbesar adalah tidak adanya air di Mars sekarang. Teori baru yang diungkapkan pada penelitian dari Washington University di St. Louis mengatakan bahwa planet itu terlalu kecil untuk mempertahankan air dalam jumlah yang banyak.

Kun Wang sebagai pemimpin penelitian mengatakan bahwa ada batas syarat ukuran yang diperlukan planet bebatuan untuk bisa mengikat air. Penelitian ini mempelajari isotop dari potasium untuk memperkirakan keberadaan, distribusi, dan kelimpahan elemen-elemen yang mudah menguap pada sejumlah planet di tata surya. Potasium merupakan elemen yang tidak terlalu mudah menguap namun dipilih sebagai elemen yang dideteksi untuk mencari elemen-elemen lain yang mudah menguap seperti air.

Para peneliti kemudian mengukur komposisi potasium isotop pada 20 meteorit yang dikonfirmasi berasal dari Mars. Mereka menemukan bahwa Mars kehilangan lebih banyak potasium dan elemen-elemen mudah menguap lainnya dibanding Bumi pada masa pembentukannya. Namun Mars lebih baik mempertahankan elemen-elemen tadi dibanding Bulan dan asteroid bernama 4-Vesta yang merupakan obyek luar angkasa lebih kecil.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada korelasi yang cukup kuat antara ukuran obyek luar angkasa dengan komposisi potasium isotop. Mereka juga kurang meyakini bahwa Mars pernah memiliki air lebih banyak dibanding Bumi di masa lalu.

Sumber: EurekAlert