Ilustrasi depresi

Gula selalu dikaitkan dengan penyakit diabetes bila konsumsinya tidak berkaitan dengan kebutuhan tubuh, pola makan, hingga aktivitas fisik.

Namun ada juga masalah lain yang perlu diperhatikan terutama untuk orang-orang yang terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minum dengan gula dalam jangka panjang. Biasanya pankreas akan menghasilkan insulin sebagai hormon yang berfungsi untuk memecah dan mengubah gula menjadi glukosa. Glukosa ini diambil oleh hati, lemak, dan otot. Bila konsumsi gula terlalu banyak, akan terjadi resistensi insulin oleh organ-organ tadi sehingga terlalu banyak glukosa dalam darah dan kemudian menjadi penyebab gula darah meningkat.

Menurut para peneliti dari Standford University, resistensi insulin juga bisa berdampak pada mental. Ketika mereka membandingkan dengan orang yang tidak memiliki resistensi insulin, penderita resistensi insulin memiliki risiko dua kali lebih tinggi Gangguan Depresi Mayor (Major Depressive Disorder) termasuk perasaan putus asa dan sedih, kesulitan tidur, dan lainnya. Hanya sedikit peningkatan resistensi insulin meningkatkan risiko GMD sebanyak 89 persen.

Resistensi insulin belum tentu dirasa oleh penderitanya. Bisa jadi mereka tidak mengidap diabetes. Kondisi ini sulit untuk dideteksi secara awam. Namun resistensi insulin masih bisa ditangani dengan perubahan gaya hidup seperti pola makan dan aktivitas fisik, bahkan bisa hilang. Dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan obat khusus.

Yang pasti, kondisi seperti ini sebaiknya diperiksa oleh ahli di bidang kesehatan yang lebih memahami kondisi resistensi insulin dan solusinya.

Sumber: EurekAlert