Ilustrasi mammoth di museum

Mammoth adalah makhluk purba berbulu tebal dan nenek moyang gajah yang pernah hidup berdampingan dengan manusia.

Binatang ini pernah ada selama 5 juta tahun sebelum akhirnya punah sekitar 4.000 tahun lalu. Beberapa pihak berspekulasi bahwa manusia menjadi penyebabnya dan terlalu banyak memburu bintang ini.

Namun sebuah penelitian yang memakan waktu 10 tahun ini menemukan alasan lain dan tidak ada kaitannya dengan manusia. Para ahli genetika menganalisis DNA lingkungan purba dan datanya menunjukkan bahwa pemanasan global di masa lalu menjadi penyebabnya.

Para peneliti meyakini ketika gunung es mencair, lingkungan sekitarnya menjadi terlalu basah untuk para mammoth bertahan hidup karena tumbuhan yang menjadi makanan mereka tidak mampu bertahan hidup juga.

Para peneliti menggunakan metode pengurutan DNA shotgun untuk menganalisis sisa tumbuhan dan binatang di lingkungan untuk penelitian ini. Sejumlah material yang dianalisis termasuk sisa urin, kotoran, dan sel kulit yang diambil dari sampel tanah yang dikumpulkan selama 20 tahun penelitian di area Arktik. Teknologi DNA terkini memungkinkan DNA untuk dianalisis tanpa menggunakan tulang atau gigi dari binatang itu.

Profesor Eske Willerslev dan timnya bisa membuktikan bahwa bukan manusia penyebab punahnya mammoth. Namun bukan hanya pemanasan global yang menjadi penyebab satu-satunya terjadi kepunahan. Kecepatan perubahan iklim juga menjadi faktor tambahan yang tidak kalah penting. Sang profesor mengatakan bahwa para mammoth tidak bisa beradaptasi dengan cepat dengan perubahan sekitarnya sehingga tidak mampu mendapatkan makanan yang cukup untuk melanjutkan hidup sang binatang dan pada akhirnya keberlangsungan spesiesnya.

Walau punah, tentunya akan menarik bila binatang-binatang purba seperti mammoth ini bisa dimunculkan kembali seperti yang akan dilakukan oleh start up bernama Colossal. Mungkin dibutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya namun bisa jadi nantinya kita bisa langsung mengunjungi nenek moyang gajah ini secara langsung dan bukan dari buku atau internet saja.

Sumber: Phys.org