Surface Laptop SE

Selama beberapa tahun terakhir, Chromebook semakin populer menjadi laptop untuk sekolah. Microsoft akhirnya turun gunung untuk kategori ini.

Microsoft memang terus mendorong banyak laptop murah berbasis Windows dari sejumlah mitra dan merek yang membuat komputer untuk sekolah terutama untuk sekolah dasar. Selain memiliki performa dan fungsi yang sama memadai dengan Chromebook dalam proses kegiatan belajar-mengajar sehari-hari, Windows lebih bisa diandalkan terutama berkaitan dengan aplikasi-aplikasi yang utamanya ada di Windows. Tentunya laptop seperti Surface Pro 8 terbaru terlalu mahal sebagai laptop yang disediakan oleh sekolah untuk belajar.

Kini Microsoft menghadirkan laptop murah sendiri untuk anak-anak sekolah bernama Surface Laptop SE. Perangkat ini menjadi salah satu yang pertama menjalankan sistem operasi Windows 11 SE. Sistem operasi ini seperti Windows 11 namun dengan fitur yang lebih terbatas dan terfokus untuk keperluan sekolah.

Ini bukan pertama kalinya Microsoft mencoba membuat sistem operasi Windows untuk sekolah. Sebelumnya ada Windows 10S yang membatasi aplikasi hanya dari Windows Store supaya pengalaman software Windows lebih halus dan sederhana.

Windows 11 SE memiliki fokus pada kesederhanaan (simplicity). Tidak ada Windows Store untuk install aplikasi namun bisa dilakukan oleh departemen IT sekolah. Sistem operasi ini juga dioptimalkan untuk berfungsi pada hardware yang lebih efisien. Ada sejumlah pembatasan yang juga diterapkan untuk membuatnya lebih ringan seperti hanya bisa menampilkan dua aplikasi pada satu layar (di sebelah kanan atau kiri).

Surface Laptop SE ini mengusung rancangan yang mengikuti Surface Go seperti menggunakan bahan plastik namun tetap menampilkan tema Surface dari bentuknya. Layarnya hanya TFT LCD dengan resolusi 1.366 x 768. Selain itu, performanya didukung oleh chip Celeron dual-core (antara N4020 atau N4120) dengan pilihan RAM 4GB atau 8GB. Sedangkan kapasitas penyimpanan hanya tersedia 64GB atau 128GB. Hadir juga kamera depan 720p yang tampaknya cukup untuk video call.

Namun dengan harga US$249 (atau sekitar Rp3,54 juta), tidak banyak yang bisa disalahkan. Apakah laptop murah Microsoft ini akan terlihat di Indonesia? Kita tunggu saja informasi berikutnya.

Sumber: Engadget