Logo Microsoft Edge

Setelah dua tahun hadir di Mac dan Windows, akhirnya browser ini hadir di sistem operasi open source yang mirip seperti Unix ini.

Microsoft akhirnya resmi meluncurkan browser andalan mereka untuk Linux. Maka Edge kali ini adalah versi stabil pertamanya. Browser berbasis Chromium ini bisa diunduh melalui situs resmi Microsoft (dalam format .deb dan .rpm) atau menggunakan command line menggunakan Linux package manager.

Walaupun ini menjadi versi pertama paling stabil, bukan berarti browser ini baru pertama kali diperkenalkan di Linux. Microsoft sudah menguji varian Edge ini pada kanal Dev dan Beta selama setahun lagi. Belum jelas alasan di balik lamanya Edge muncul di Linux namun bisa jadi pangsa pasar kecil Linux di dunia komputer membuat Microsoft kurang memprioritaskan peluncurannya.

Peluncuran ini bersifat simbolik untuk Microsoft, setidaknya untuk hubungan keduanya. Pada awal tahun 2000-an, CEO Microsoft pada masa itu, Steve Ballmer, tidak menyukai keberadaan Linux dan menyebutnya sebagai “kanker” dalam hal kekayaan intelektual. Berbagai situs teroptimisasi untuk Internet Explorer (sebelum Edge) dan membuat para pengguna (dan calon pengguna) Linux kurang yakin menggunakan Linux. Berbagai situs harus melakukan optimisasi tersendiri untuk Linux bila ingin berjalan lancar.

Sedangkan kini Windows lebih fokus pada layanan-layanan dibanding sistem operasi seperti menawarkan Microsoft 365 dan Windows 365 seluasnya. Maka Microsoft terus berusaha untuk “ramah” pada berbagai platform, seperti Linux dan tentunya dengan Apple yang memiliki sistem operasi Mac, iOS, serta iPadOS.

Sumber: Ars Technica.