Ilustrasi warna-warna sayuran

Banyak manfaat yang bisa diambil dari diet yang lebih banyak mengandung sayur dan buah. Termasuk untuk yang sering mengalami migrain kronis.

Sebuah penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan di BMJ Case Reports mengungkapkan diet vegan terutama yang banyak kandungan daun berwarna hijau gelap mampu menyembuhkan penyakit migrain kronis. Hal ini berhasil dibuktikan pada satu orang selama lebih dari satu dekade ini mengalami migrain kronis hingga ia mengubah dietnya.

Sebuah penelitian kasus ini melihat pasien pria yang mengalami migrain parah selama 12 tahun lebih. Walau dengan sejumlah perawatan berupa obat dan perubahan gaya hidup, ia tidak mampu menghilangkan kondisi penyakit yang dideritanya. Migrain kronis didefinisikan sebagai migrain yang dialami lebih dari 15 kali dalam waktu satu bulan, minimal delapan hari pada bulan yang sama. Pada pasien ini, ia mengalami migrain pada 18 hingga 24 hari pada bulan yang sama.

Pada saat mengamati sang pasien, para dokter menyarankannya untuk mengubah diet. Ia disarankan untuk beralih ke diet makanan sehari-hari dengan nilai peradangan rendah (Low Inflammatory Foods Everyday/LIFE). Sebagai bagian dari diet ini, ia harus mengonsumsi setidaknya lima ons (140gr) per hari sejumlah sayuran berwarna hijau gelap. Ia juga diharuskan membatasi sejumlah makanan lain seperti daging merah dan produk susu. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa sayuran berwarna hijau gelap seperti daun kale dan bayam sangat kaya nutrisi dan membantu mendinginkan peradangan atau inflamasi dalam tubuh.

Ternyata hanya dibutuhkan dua bulan untuk diet ini berhasil dan sang pasien dalam kasus ini mengalami kelegaan. Bahkan jumlah migrain yang dialaminya menurun jauh hingga satu hari per bulannya dan tidak parah, serta tidak berdurasi selama sebelumnya. Perubahan yang signifikan ini sangat cukup untuk sang pasien lepas dari obat-obatan untuk migrain parah.

Setelah tiga bulan total menjalankan diet ini, pasien tadi tidak mengalami migrain lagi. Setelah tujuh tahun menjalankan diet tadi, sang pasien tidak pernah lagi kembali untuk perawatan migrain kronisnya.

Ada keterbatasan yang mungkin perlu diperhatikan dalam kasus ini. Sang pasien ternyata memiliki kondisi HIV positif dan harus mengonsumsi obat antiretroviral sehingga membuatnya mengalami kondisi migrain parah tadi. Setidaknya para dokter menekankan bahwa diet sayuran berkualitas ini sangat efektif untuk kondisi kronis ini bahkan kondisi-kondisi kronis lainnya. Selain itu, diet ini tidak memberikan efek samping seperti yang dialami dengan obat-obatan pada umumnya.

Diet yang lebih banyak kandungan sayuran memang sangat diperlukan. Namun khusus untuk kita di Indonesia, harus diperhatikan makanan yang mengandung minyak kelapa sawit karena bisa memicu kanker.

Sumber: BMJ Case Reports