iPhone 13 Pro Warna

Apple sebagai perusahaan paling berharga di dunia terlihat kebal terhadap pasokan chip dunia. Hingga sekarang.

Sebuah laporan menyebutkan bahwa Apple terpaksa menghentikan produksi iPhone dan iPad selama beberapa hari. Penghentian ini dilakukan pada periode yang dianggap paling kritis dimana biasanya produksi mencapai titik tertinggi. Hal ini tidak pernah terjadi selama satu dekade terakhir. Memang baru-baru ini Sony menghentikan produksi kamera tertentu dan bahkan sejumlah mobil Tesla tanpa port USB.

Memang Apple pernah menurunkan target produksi iPhone 13 untuk tahun ini. Mereka juga harus mengurangi produksi iPad untuk mengalokasikan sumber daya untuk produksi barang unggulan mereka yaitu iPhone.

Biasanya menjelang liburan-liburan besar di China, pabrik mitra Apple harus beroperasi 24 jam untuk mengimbangi dengan permintaan pada liburan akhir tahun. Biasanya masa ini dimulai pada bulan Oktober. Namun kali ini pabrik justri meliburkan pegawainya. Seorang manajer pasokan rantai (supply chain) mengatakan bahwa tidak masuk akal membayar lembur para pekerjanya saat komponen dan chip sangat terbatas.

Bisa jadi para calon pembeli iPhone dan iPad di liburan akhir tahun harus menunggu hingga bulan-bulan berikutnya. Belum lagi Tahun Baru China yang juga tidak jauh dan sejumlah bisnis tengah mengantisipasi kemungkinan tidak bisa mengisi kembali stok barang pada bulan Januari akhir hingga Februari akhir bahkan awal bulan Maret.

Masalah pasokan rantai ini sebenarnya dimulai sebelum pandemi terjadi. Pada masa ini, sejumlah perusahaan China yang masuk daftar hitam oleh Amerika Serikat menumpuk persediaan untuk bertahan hidup. Selain itu, varian Delta COVID-19 memaksa Malaysia dan Vietnam untuk menutup negaranya. Hal ini kemudian berdampak pada produksi sejumlah komponen dan chip elektronik di dunia.

Sumber: Nikkei Asia