Ilustrasi Ford Mustang Mach-E

Melesatnya permintaan mobil listrik Mustang Mach-E membuat Ford harus mengorbankan produksi mobil lainnya.

CEO Ford yaitu Jim Farley mengungkapkan bahwa perusahaannya ini kesulitan mengimbai “permintaan yang luar biasa” untuk mobil Mustang Mach-E. Ia mengungkapkannya di media sosial Twitter. Mobil ini menjadi mobil ikonik perusahaan yang mengandalkan sumber energi dari listrik saja seperti tren mobil masa depan terkini. Mungkin ada pengaruhnya dari mobil ini muncul di game Rocket League.

https://twitter.com/jimfarley98/status/1469416708360355847

Pada cuitannya ini, Farley mengatakan bahwa Ford akan meningkatkan produksi dari Mach-E menjadi 200 ribu unit per tahunnya. Hal ini akan dilakukan mulai tahun 2022 di Amerika Serikat dan 2023 di Eropa. Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi dibanding produksi tahun 2021 ini.

Walau Farley tidak mengatakan bagaimana caranya, tampaknya mereka akan menunda produksi Explorer dan Aviator yang juga merupakan produksi mobil listrik Ford. Sebuah laporan menyebutkan Ford mengirim memo kepada para pemasok untuk menunda mobil-mobil listrik tadi selama 18 bulan. Bahkan mobil-mobil listrik tadi tidak akan diproduksi di pabrik Ford di Cuautitlan, Meksiko. Ford mengalihkan pabrik ini khusus untuk produksi Mustang Mach-E saja. Maka pembuatan mobil listrik Explorer dan Aviator akan mulai lagi bulan Desember 2024.

Belum lagi dengan keadaan pasokan chip dunia yang sangat rentan hingga Apple terpaksa menghentikan produksi iPhone dan iPad selama beberapa hari hingga Sony juga menghentikan produksi sejumlah kameranya.

Farley sebelumnya menyebutkan bahwa Ford akan melipatgandakan produksi mobil listrik mereka hingga 600 ribu unit per tahunnya pada akhir 2023 nanti. Mereka menargetkan akan menjadi pemanufaktur mobil listrik terbesar di Amerika Serikat.

Sumber: Automotive News