Depan salah satu kantor Google di Amerika Serikat

Para pegawai Google di Amerika Serikat tidak disyaratkan untuk kembali bekerja di kantor pada tanggal 10 Januari seperti yang direncanakan.

Wakil Presiden Keamanan Perusahaan Chris Rackow mengirim e-mail kepada semua pegawai bahwa pihak perusahaan akan mengkaji kembali situasinya dan melihat keamanan bekerja di lingkungan kantor hingga akhir tahun ini. Raksasa internet yang satu ini sebelumnya merencanakan implementasi bekerja di kantor sejak 18 Oktober lalu sebelum akhirnya diundur hingga Januari tahun depan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Microsoft.

Namun dengan keadaan sekarang ini, tampaknya kebijakannya akan diserahkan pada masing-masing kantor.

Belum jelas alasan di balik penundaan kebijakan ini. Dalam e-mail tadi, tidak disebutkan sama sekali alasan penundaan dan juga tidak ada disebutkan kemungkinan varian baru COVID-19 seperti Omicron yang menjadi perhatian dunia saat ini. Sementara ini memang masih sangat banyak ketidakpastian dari Omicron dan belum bisa dipastikan apakah penyebarannya lebih cepat atau tidak.

Walau tidak mensyaratkan, Google sendiri mendorong para pegawainya untuk bekerja di kantor “dimana kondisinya memungkinkan, untuk berhubungan kembali dengan para kolega secara langsung dan mengembalikan memori otot dengan sering masuk kantor.”

Sementara ini Google telah membuka 90 persen dari semua kantornya di Amerika Serikat dan sekitar 40 persen dari semua pegawainya sudah mulai masuk kantor. Sedangkan kantornya di negara lain seperti Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, tampaknya Google masih menunda kembalinya pegawai ke kantor fisik masing-masing.

Sumber: CNBC