Mobil listrik Ioniq 5 yang dikembangkan Hyundai dari dasar

Tampaknya otomotif semakin serius mengembangkan kendaraan listrik dan berusaha mempercepat transisinya dari kendaraan BBM.

Hyundai memang baru saja melepas mobil listrik pertamanya yang merupakan rancangan sendiri dari dasar. Namun tampaknya perusahaan ini bukan sekedar mengikuti tren dengan Hummer EV pertama yang sudah dikirim, Ford yang melipatgandakan produksi truk listrik, dan lainnya. Justru laporan terbaru mengatakan bahwa Hyundai menutup pusat penelitian (research center) untuk rancangan mesin pada bulan ini.

Sebagian pekerjanya masih akan memperbaiki dan mengembangkan mesin yang sudah ada namun sisanya beralih ke pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan kendaraan listrik.

Selain itu, pihak perusahaan juga tengah mengonversikan gedung-gedungnya untuk pengembangan kendaraan listrik pada waktu bersamaan. Pusat pengembangan powertrain beralih menjadi fasilitas pengujian elektrifikasi dan pusat pengembangan performa menjadi khusus untuk mesin listrik. Ada juga pusat pengembangan baterai baru dan para peneliti tengah mendapatkan sumber baterai dan komponen chip mentah.

Tujuannya memang sederhana. Hyundai ingin mempercepat transisi ke kendaraan listrik sehingga mereka mendedikasikan sebagian besar tenaganya untuk teknologi yang lebih baru. Bahkan seorang kepala penelitian perusahaan, Park Chung-kook, mengatakan bahwa elektrifikasi “tidak terelakkan” dan transisi ini akan membantu memproduksi mobil yang akan “menguasai pasar masa depan.”

Memang kondisi beralih ke teknologi dan sumber energi yang lebih bersih menjadi suatu keharusan, selangkah demi selangkah. Terutama bila melihat New York meresmikan peraturan pelarangan penjualan mobil BBM dan aturan seluruh gedung dan kendaraan pemerintah di Amerika Serikat untuk meminimalkan jejak karbon.

Sumber: Electrek