Contoh aplikasi pinjaman online di Kenya

Aplikasi pinjol alias pinjalam online telah memberikan dampak besar pada keuangan di Kenya namun kebanyakan tidak diatur hingga sekarang.

Presiden Kenyatta telah menandatangani peraturan yang memberikan kekuatan kepada bank sentral negara itu untuk menerbitkan izin dan mengatur pinjaman online. Kini semua perusahaan terkait di Kenya memiliki waktu enam bulan untuk mengajukan izin tersebut.

Tentunya para pemberi pinjaman online harus menghormati peraturan perlindungan konsumen dan data. Para perushaan harus menjaga kerahasiaan informasi pelanggan. Mereka juga harus membuka harga, risiko dari hutang yang tidak dilunasi, dan garis besar pemulihan hutang.

Seperti di Indonesia dan berbagai negara berkembang lainnya, pinjaman online memberikan kemudahan untuk akses keuangan untuk yang tidak terjangkau oleh bank atau institusi keuangan pada umumnya. Golongan yang termasuk unbanked dan unbankable ini memang menjadi target yang pas untuk akses keuangan digital.

Sayangnya juga seperti di Indonesia, kebanyakan dari mereka terjerat oleh tingkat bunga yang di luar batas kewajaran dan menjadi sasaran empuk bagi perusahaan pinjaman online ilegal. Pengaturan dari bank sentral memang tidak akan langsung mengakhiri praktik ini namun setidaknya akan lebih memudahkan para pelanggan untuk mengurangi risiko akan dijerat praktik pinjaman online yang tidak diinginkan.

Setidaknya langkah ini masih lebih realistis untuk keuangan negara dibanding membangun kota dari Bitcoin.

Sumber: TechCrunch