Sony ZV-E10

Padahal perusahaan asal Jepang ini baru meluncurkan kamera terbarunya ZV-E10 yang digadang bakal sukses untuk kalangan YouTuber dan streamer.

Kamera mirrorless ZV-E10 yang diunggulkan untuk blogging ini diluncurkan pada bulan Juli lalu. Sony memutuskan untuk menghentikan pemesanan dan produksi kamera ini lantaran pasokan chip dunia yang menipis. Hal ini disampaikan secara resmi oleh Sony Japan.

Pihak perusahaan juga menyampaikan bahwa produksi dan penjualan kini bergantung pada “status dari pasokan suku cadang” sehingga meminta kepada calon pembeli untuk tetap memperhatikan halaman produk mereka untuk informasi lebih lanjut di masa depan.

ZV-E10 merupakan model kamera mirrorless terbaru Sony yang menjadi penerus ZV-1 yang sangat populer. Yang membuatnya lebih menarik adalah penerusnya kini mendukung pilihan lensa kamera yang bisa diganti.

Selain kamera ini, Sony juga menghentikan produksi sejumlah model kamera mereka seperti A7 II, A6400, dan A6100. Yang pertama memang sudah lawas mengingat sudah dijual sejak tahun 2014 sedangkan dua model terakhirnya ini masih dianggap baru. Beruntungnya kamera yang lebih profesional seperti A7 IV tampaknya tidak dihentikan produksinya. Sedangkan smartphone Sony Xperia Pro-I juga terlihat tidak terpengaruh walau memang harganya sangat mahal dan untuk kalangan sangat khusus sehingga diperkirakan tidak diproduksi dalam jumlah yang sangat banyak.

Tak hanya kamera yang terkena “krisis” semikonduktor, Sony juga dilaporkan tengah mengurangi produksi PS5. Padahal Sony menargetkan untuk menjual 14,8 juta unit pada Maret 2022 nanti sehingga keputusan terbaru ini dianggap akan mempengaruhi pencapaian yang dituju perusahaan.

Kondisi chip global ini juga banyak mempengaruhi perusahaan-perusahaan besar lainnya. Salah satu contoh yang menarik adalah Tesla yang terpaksa mengirim mobilnya tanpa port USB.

Sebenarnya Sony dan TSMC baru-baru ini mengumumkan akan bekerja sama pembangunan pabrik chip khusus mobil, kamera, dan perangkat lainnya di Jepang. Namun pabrik ini baru akan operasional pada tahun 2024 nanti bila semuanya berjalan lancar. Tampaknya Sony hanya bisa menunggu dan bersabar hingga pasokan chip dunia kembali normal atau pabrik tadi bisa berjalan sesuai dengan rencana.

Sumber: Sony Japan