Kantong tidur penjaga kualitas mata astronot NASA

Hidup dan bekerja di luar angkasa memang membutuhkan banyak penyesuaian untuk mengurangi dampaknya ketika kembali ke Bumi.

Menjadi astronot tidak mudah. Mereka harus memiliki penglihatan yang sempurna. Sayangnya salah satu dampak dari tinggal di luar angkasa adalah penurunan kualitas mata yang juga berdampak pada penglihatan.

Kini para peneliti dari UT Southwestern Medical Center mengembangkan sebuah tempat tidur khusus yang mirip kantong tidur untuk mengurangi bahkan mencegah dampak negatif ini. Caranya adalah dengan menarik lebih banyak cairan dari kepala astronot ke arah tubuh bagian bawah.

Penurunan kondisi penglihatan di luar angkasa

Lebih dari setengah dari astronot NASA yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) selama lebih dari enam bulan mengalami masalah penglihatan pada tingkat yang berbeda-beda. Pada satu kasus, astronot John Philips kembali setelah enam bulan di ISS dengan penglihatan 20/20 menjadi 20/100 pada tahun 2005.

Ini baru tugas selama setengah tahun lebih di luar angkasa. Bagaimana dengan perjalanan yang membutuhkan bertahun-tahun seperti rencana ke Mars di masa depan? “Akan menjadi kekacauan bila astronot memiliki gangguan yang begitu parah sehingga mereka tidak bisa melihat apa yang mereka lakukan dan itu membahayakan misi,” ungkap pemimpin penelitian Dr. Benjamin Levine. Beruntungnya masalah makanan perlahan bisa diatasi dengan menanam dan memanen tumbuhan di luar angkasa.

Cairan cenderung berakumulasi dalam kepala saat tidur namun gravitasi (seperti di Bumi) menariknya kembali ke bagian bawah tubuh ketika bangun. Sedangkan di wilayah minim gravitasi, sekitar dua liter cairan tadi berkumpul di kepala. Kumpulan cairan ini memberi tekanan pada bola mata yang kemudian membuat penglihatan menjadi semakin datar dan menyebabkan penurunan penglihatan tadi.

Pengembangan teknologi kantong tidur

Maka para peneliti tadi bekerja sama dengan pemanufaktur perlengkapan luar ruangan (outdoor gear) bernama REI. Mereka mengembangkan sebuah kantong tidur yang menutupi pinggang ke bawah astronot. Kemudian perangkat penyedot seperti vakum diaktifkan sehingga menarik cairan tadi ke arah kaki dan mencegah penumpukan di kepala.

Sekitar 12 sukarelawan ikut dalam pengujian teknologi ini dan hasilnya positif. Ada beberapa pertanyaan yang masih memerlukan jawaban sebelum NASA menggunakannya ke ISS seperti durasi optimal penggunaannya. Mereka juga harus mengetahui apakah semua astronot harus menggunakannya atau hanya yang paling berisiko mengalami kondisi penurunan kualitas penglihatan tadi.

Mungkin saja sang miliarder turis ke Bulan nantinya akan menggunakan kantong tidur ini supaya bisa menjaga kualitas matanya.

Sumber: BBC