Ilustrasi pembedahan transplantasi jantung babi

Prosedur ini menjadi salah satu solusi alternatif untuk yang membutuhkan jantung sehat tanpa perlu menunggu donor yang cocok.

Untuk menyelamatkan nyawa pria berusia 57 tahun, para dokter dari University of Maryland Schoold of Medicine telah melakukan pencapaian penting di dunia medis. Pada hari Jumat lalu, para dokter bedah sukses mentransplantasikan jantung babi pada pasien untuk tahap eksperimen.

Namun jantung ini bukan dari babi biasa. Para peneliti telah merekayasa genetika organ binatang ini sehingga bisa bertahan dan berfungsi dalam tubuh manusia tanpa ada penolakan. Tiga hari setelah prosedur tadi, David Bennett yang mendapatkan transplantasi jantung babi dinyatakan hidup dan “dalam keadaan baik” menurut pihak rumah sakit.

Pihak Food and Drug Administration (BPOM di Amerika Serikat) memberikan otorisasi untuk prosedur ini dengan alasan kasihan. Pasalnya, Bennett tidak layak mendapatkan transplantasi jantung biasa dan tidak memiliki opsi lainnya. “Antara mati atau melakukan transplantasi ini. Saya ingin hidup. Saya tahu ini seperti mencari jalan keluar dalam kegelapan, namun ini menjadi pilihan terakhir saya,” ungkapnya sebelum pembedahan.

Ini bukan pertama kalinya para peneliti mencoba menyelamatkan nyawa seseorang dengan organ binatang. Usaha ini tercatat dalam sejarah selama beberapa dekade. Salah satu pencapaian terpenting adalah ketika para dokter melakukan transplantasi jantung babon (sejenis monyet) pada bayi yang memiliki kelainan jantung. Sang bayi bernama Stephanie Fae Beauclair memiliki jantung yang tidak mampu memompa darah dengan benar ke seluruh tubuh. Walau awalnya berhasil, ia hanya bertahan 21 hari sebelum akhirnya terjadi penolakan dari tubuh terhadap jantung hasil transplantasi tadi.

Maka penting sekali untuk menjaga lingkungan hidup seperti binatang di Bumi ini. Bisa jadi para binatang memiliki manfaat yang belum banyak yang tahu seperti melestarikan tumbuhan tropis hingga mengurangi depresi.

Sedangkan pada jantung babi ini dilakukan rekayasa genetika. Para peneliti mengeluarkan empat gen dalam molekul yang membuat tubuh manusia menolaknya. Mereka juga memasukkan enam gen manusia sehingga sistem pertahanan tubuhnya lebih menerima jaringan tubuh asing.

Tentunya bukan berarti eksperimen ini sukses tanpa masalah selamanya. Masih ada kemungkinan tubuh Bennett akan menolak jantung babi tadi. Untuk sementara ini, para dokter masih memantau perkembangan tubuhnya.

Sumber: The Associated Press