Ilustrasi LG UltraFine 5K di samping Apple MacBook

Monitor baru Apple yaitu Studio Display terlalu mirip spesifikasinya dengan LG UltraFine 5K untuk perangkat-perangkat Apple terkini.

Apple telah memperkenalkan monitor terbarunya bernama Studio Display. Kemunculan produk ini kembali membuktikan kebenaran para “pembocor” informasi terbaru Apple.

Tentunya dengan spesifikasi yang mirip, tidak sedikit pihak yang mengaitkannya dengan monitor dari LG. Monitor bernama UltraFine 5K itu memang sudah cukup lama menjadi monitor andalan hasil kerja sama dengan Apple untuk perangkat-perangkat Mac dengan koneksi Thunderbolt 3.

Maka tidak mengherankan bila pada akhirnya Apple memutuskan untuk menghentikan penjualan UltraFine 5k itu. Hanya saja, yang menarik adalah LG juga menarik penjualan monitornya dari situs resminya. Kini yang tertera adalah “out of stock” pada tampilan halaman produk itu.

Spesifikasi Studio Display

Monitor Studio Display sendiri memiliki harga mulai dari US$1.599 (hampir Rp23 juta). Dengan harga itu, monitornya memiliki panel retina dengan resolusi 5K dan lingkup gamut warna P3. Tingkat kecerahannya mencapai 600 nits.

Ada juga chip A13 Bionic untuk pemrosesan pada fitur-fitur bawaannya seperti kamera 12MP dan sistem enam speaker. Fitur-fitur terbaru ini yang membuat UltraFine 5K menjadi tidak relevan lagi.

iMac 27 Inci Juga Hilang

Hanya selang beberapa hari sebelum ini, Apple juga “menghilangkan” iMac 27 inci dari situs resminya. Lagi-lagi, produk ini juga mendapat sorotan karena ada kemiripan dengan Studio Display.

iMac 27 inci ini memiliki layar 5K dan tentunya dengan spesifikasi lengkap sebagai komputer all-in-one (AIO). Fiturnya termasuk webcam tadi dan fungsinya jauh melebihi monitor saja, serta memiliki aksesoris keyboard dan mouse dalam paket pembelian.

Dengan harga US$1.299 (sekitar Rp18,7 juta), monitor baru Apple terkesan memiliki nilai penawaran yang jauh lebih rendah. Monitor itu lebih mahal daripada komputer yang merupakan paket lengkap.

Apple tampaknya memiliki rencana produksi yang kuat untuk produk-produk baru. Namun bukan berarti Apple kebal dari masalah pasokan suplai dunia karena mereka sempat menghentikan produksi sejumlah iPhone dan iPad untuk menyeimbangkannya.