Ilustrasi pekerja tidur di kantor

Tidak sedikit penelitian yang mengaitkan jam kantor dengan terganggunya waktu tidur malam. Belum lagi tambahan paparan dengan cahaya biru.

Kini sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengendalian lampu otomatis pada siang hari di ruang kantor bisa menjadi solusinya. Cara ini bisa meningkatkan ritme sirkadian (jam biologis tubuh) sehingga meningkatkan kualitas siklus tidur.

Sebagai bagian penelitian ini, ada 34 relawan yang bekerja di kantor dengan sistem pencahayaan artifisial dan mekanisma otomatis pengatur tirai jendela. Lingkungan seperti ini memungkinkan untuk memicu peningkatan melatonin 25 menit lebih awal sehingga badan menjadi lebih siap untuk tidur. Tentunya ada faktor lain seperti siklus bulan yang juga mempengaruhi kualitas tidur.

Melatonin sendiri berperan untuk memberikan tanda-tanda pada tubuh untuk mempersiapkan tidur.

Tidur Malam Lebih Baik, Bangun Tidur Meningkat

Kantor dengan sistem modifikasi ini memungkinkan subyek peneltian manusia untuk mengakumulasikan paparan cahaya siang hari 50 menit lebih awal di pagi hari dibanding kantor biasa.

Terlebih lagi, perbedaan suhu tubuh antara badan dengan lengan dan kakinya meningkat 20 menit lebih awal pada sore hari. Hal ini kemudian membuat tubuh lebih siap untuk tidur.

Para partisipan boleh beraktivitas di luar kantor biasanya seperti makan siang di luar dan olahraga. Bisa dibilang, data ini mewakili kegiatan pekerja pada umumnya. Tampaknya memang yang paling mempengaruhi adalah pencahayaan di kantor.

Tentunya lingkungan tidur para pekerja kantor berbeda dari astronot yang memiliki tempat tidur khusus.

Konsumsi Energi Juga Berkurang

Publikasi penelitian di Nature ini merupakan tulisan Marta Benedetti, lulusan PhD dari École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL) in Swiss. Sebelumnya, ia melakukan pengujian pada manusia dan mendokumentasikan fenomena serupa sebagai disertasinya. Ia berhasil mempertahankan penelitian ini pada November 2021 lalu.

Sebagai bagian dari pengujian, Benedetti mengumpulkan data seperti tidur dan frekuensi bangun tidur, konsenstrasi hormon pada air liur, dan suhu kulit. Ada juga alat untuk mengukur konsumsi energi untuk pencahayaan dan pemanasan dalam lingkungan kantor.

Lingkungan kantor dengan modifikasi pencahayaan ini mengonsumsi 9.6 persen energi lebih sedikit dibanding kantor biasa.